Lomba ini diikuti oleh 14 RT, masing-masing mengutus 4 peserta terbaik untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam meracik bubor padas yang lezat, gurih, dan kaya rempah. Para peserta tampak antusias, bahkan sejak persiapan hingga proses penilaian, suasana kompetitif dan kekeluargaan sangat terasa.
Ketua Panitia, Kamal, menyampaikan bahwa lomba ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga. “Kami ingin kegiatan ini menjadi wadah kebersamaan. Bubor padas adalah kuliner identitas kita, jadi sudah sepatutnya dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.
Kepala Desa Tempatan, H. Agustian Rinaldi, turut hadir dan memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga kekompakan serta melestarikan budaya lokal. “HUT Desa bukan hanya seremonial, tapi momentum memperkuat persatuan. Saya bangga melihat antusiasme masyarakat hari ini,” tuturnya.
Acara berlangsung meriah dengan dukungan penuh masyarakat, ditutup dengan sesi penilaian oleh dewan juri dan pengumuman pemenang yang disambut sorak gembira warga. Perayaan HUT Desa Tempatan ke-38 pun menjadi momen yang membekas dan penuh kebersamaan.( En )


Posting Komentar